Selama kepemimpinannya sebagai Ketua BNN, Basri Rase bisa dikatakan berhasil. Karena mampu menekan angka pengguna narkoba di Kota Bontang, dimana dalam catatan Pemerintah Provinsi Kaltim sebelumnya Kota Bontang berada di urutan ke-2 terbanyak penyalahgunaan narkoba di Kaltim, dan kali ini predikat itu turun menjadi ururtan ke-4 se Kaltim.
Basri Rase menyampaikan bahwa dirinya akan terus berkomitmen untuk terus menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Kota Bontang, untuk menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.
“Pemberantasan narkoba tugas stakeholder yang tentunya harus mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kota Bontang”.
Meski tak lagi menjabat, secara pribadi maupun sebagai Wakil Walikota Bontang, Sandi menegaskan siap dan akan turut berperan aktif bekerjasama dengan jajaran BNNK untuk bersama-sama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Sebelumnya, sebagai ketua BNN di bontang, Basri mengatakan aksi dalam memberantas narkoba yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, organisasi komunitas se Kota Bontang, hingga membentuk Satgas-Satgas anti Narkoba.
Langkah tersebut, untuk pencegahan dan deteksi dini peredaran gelap narkoba yang di mulai dari lingkungan sekolah.
“Saya harap apa yang telah kami lakukan terus dikembangkan dan saya yakin di bawah kepemimpinan yang baru akan semakin mempersempit peredaran narkoba di Bontang,” kata Basri.
Sementara Edi berjanji akan bekerja secara maksimal untuk mewujudkan Kota Bontang bebas Narkoba, namun demikian dalam melaksnakan tugasnya, mantan Wakapolres tahun 2008 ini memohon dukungan Pemkot Bontang dan stakeholder dan seluruh masyarakat Kota Bontang agar bersama-sama memberantas narkoba di Kota Bontang. (cil)