“Alhamdulilkah setelah musibah kebakaran dua kali di Ponpes Hidayatullah, akhirnya berkat perjuangan Pemerintah Bontang, dapat membangun melalui APBN untuk asrama di Ponpes Hidayatullah,” kata Rustam.
Walaupun tidak menggunakan APBD kota Bontang, DPRD Bontang tetap mempunyai kewajiban melakukan pengawasan. “Tugas kami tetap melakukan pengawasan infrastruktur, walaupun itu menggunakan anggaran pusat melalui Bankeu atau apa, tetap menjadi skala priorittas. Luar biasa kinerja pemerintah, dan saya rasa cuma di Bontang yang bisa melobi pembangunan asrama pesantren,” kata Rustam.
Anggota Komisi 3 Agus Suhadi mengingatkan kepada kontraktor agar seluruh pekerja dibekali perangkat safety. Hal ini untuk menghindari adanya kecelakaan kerja.
“Tolong pekerjanya dilengkapi peralatan safety, seperti jika pekerja ada di atas memasang atap, harus ada alat pengamannya. Tolong diperhatikan itu, dan pekerja wajib dilengkapi,” kata Suhadi.
Rusli, anggota Komisi 3 lainnya, meminta agar ukuran kabel listrik di asrama diperhatikan. Pasalnya, Ponpes Hidayatullah sudah dua kali mengalami musibah kebakaran dan jangan sampai terulang lagi.
“Tolong soal kabel listrik ini diperhatikan, jika standar PLN biasanya menggunakan ukuran 2,5 mm,” jelas Rusli.
Ketua Pembina Yayasan Ponpes Hidayatullah Jamaluddin mengaku bersyukur atas bantuan ini. “Kami berturut-turut kena musibah asrama kami terbakar. Dan pada akhirnya doa dan mujahadah tentu tidak lepas dari kerja keras pemkot beserta DPRD, sehingga saat ini kita bisa lihat wujudnya. Dan kami semua di Hidayatullah tentu nggak bisa balas bantuan materil, kami hanya berdoa agar semua diberi kesehatan Allah,” kata Jamaluddin.
Penanggungjawab PT Prima Kaltim Mandiri, kontraktor proyek ini, Dwi menjelaskan, target pekerjaan 210 hari bisa dikerjakan dengan tuntas. Kami target bisa rampung 100 persen sebelum masa kerja berakhir, yakni pada Oktober, kalau tidak pertengahan atau di akhir,” jelas Dwi.
Masa kerja berakhir pada 7 November 2018. “Ada 29 kamar lengkap dengan furniturnya seperti kamar tidur, lemari dan kasur. 1 kamar bisa dihuni sampai 4 hingga 8 orang, sementara ada 8 kamar mandi di setiap lantainya,” kata Dwi. (cil)