Tidak main-main, hadiah dalam perlombaan tersebut cukup menarik dan menggiurkan, yaitu sepeda, tv, mesin cuci dan lain lainnya.
“Ini merupakan salah satu ide dari kawan-kawan KNPI dan Gerakan Relawan Pemuda Perduli Lingkungan, untuk membuka pola pikir masyarakat bahwa sampah tidak hanya berakhir di TPA saja, amun juga bisa bernilai ekonomis. Ini salah satu cara menuju Kota Sangatta lebih bersih dan hijau, dan satu atau dua tahun kedepannya Kutim mendapat sertifikat Adipura,” ujar Ketua DPD KNPI Kutim, Munir Perdana.
Menurutnya, lomba tersebut cukup diminati masyarakat karena baru saja dibuka pendaftaran masyarakat yang mendaftar cukup banyak. “Sampah yang kita terima sudah satu ton, dan pendaftaran masih kita terima, hingga sore,” katanya.
Nantinya sampah-sampah tersebut ditimbang kemudian diberikan nilai rupiah. Satu kilogram akan dihargai Rp600. Masyarakat yang telah mendaftar akan diberikan uang berdasarkan hasil timbangan sampahnya. “Jika beruntung maka akan mendapatkan hadiah menarik,” ungkap Munir.
Ia berharap dengan adanya lomba tersebut dapat membentuk pola pikir masyarakat akan sampah yang bernilai ekonomis. Selain itu dapat membantu Kota Sangatta menjadi lebih bersih dan hijau. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi apa yang kami targetkan dan kini sudah mulai mendapat gambaran untuk kutim yang lebih baik,”ujarnya. (yul1116)