Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, jumlah destinasi wisata di Kota Bontang bukan cuma Pulau Beras Basah saja. Pesona mangrove, keindahan Pulau Segajah dan potensi kampung atas air Bontang Kuala menjadi daya tarik tersendiri. Hingga keberadaan Sungai Belanda, Kampung Melahing dan Gusung semakin menambah banyak pilihan.
“Pulau Beras Basah pun akan kami benahi dan nantinya akan semakin indah,” kata Neni. Disambungnya, dimulai dengan menata pedagang agar tidak terlihat kumuh, jembatan akan diperbaiki, termasuk membuat tulisan Beras Basah.
Pemkot Bontang juga rencananya akan membangun pusat informasi wisata di Kelurahan Bontang Kuala. Pembiayaan proyek ini memakai APBN melalui dana alokasi khusus (DAK). Hebatnya, cuma Bontang yang mendapat bantuan tersebut.
Bontang Kuala sendiri dipilih karena dekat dengan jantung kota. Sekaligus pengenalan Bontang Kuala sebagai Kelurahan Wisata Mandiri. Kelurahan tersebut mendapat penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai Desa Mandiri Wisata.
Tidak hanya membenahi wisata alam, Pemkot pun berencana membuat museum yang menggambarkan perkembangan Kota Taman. Termasuk pula yang berhubungan dengan pupuk dan gas. “Jadi pengunjung tahu bagaimana perkembangan Bontang sejak awal,” kata Neni.
Untuk menunjang sektor pariwisata, sambungnya, anggaran yagn dikucurkan sejak tauhn 2016 lalu terus mengalami kenaikan. Jika pada 2016 anggarannya sebesar Rp429 juta, tahun lalu meningkat menjadi Rp1,95 miliar.
Sementara tempat wisata milik swasta seperti Lembah Asri yang berada di KM 3 Jalan Kayumas, atau yang lebih dikenal wisata Kingkong, semakin ramai dikunjungi warga. Hal ini tak lepas dari berbagai ide pemiliknya, Sony Lesmana, yang mempercantik lokasi wisatanya dan memberikan berbagai permainan-permainan baru di wisata tersebut, sehingga pengunjung tidak jenuh. (cil)