Walikota Neni pun mengajak masyarakat kota Bontang agar membangkitkan kembali semangat pancasila serta bersungguh-sungguh untuk menghayati dan menerapkannya. “Jika kamu Indonesia, kamu juga pancasila. Sehingga wajib bagi kita untuk mengamalkan dan mengamati 5 dasar pancasila,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut ia pun menyampaikan berbagai perkembangan program yang telah dilakukan pemerintah Kota Bontang guna membangun Kota Taman. Program Green City contohnya, dari data yang diperolehnya untuk ruang terbuka hijau di kota Bontang sudah mencapai 30 persen lebih. Menurutnya, hal itu telah sesuai dengan amanah UUD ramah lingkungan. “Dengan ruang terbuka hijau hingga 35 persen, salah satu misi Pemkot setidaknya sudah diimplementasikan,” ucapnya.
Sebagai pucuk pimpinan daerah, bersama 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta semua unsur yang terlibat dibawah kepemimpinannnya, Neni optimistis mewujudkan visi dan misi kota Bontang untuk menjadikan daerah sebagai kota maritim, berkebudayaan industri yang bertumpu pada sumber daya manusia yang baik melalui green city, creative city dan smart city ditengah badai defisit yang melanda kota Taman.
Sesuai janji kampanyenya terdahulu, menyusun program bersama Dinas Pendidikan rencananya anak-anak sekolah akan memperoleh fasilitas baju dan tas secara gratis di tahun ini yang bertepatan dengan tahun ajaran baru.
Menjabat sebagai Walikota Bontang selama 15 bulan lebih, Neni dapat menyelesaikan pembangunan di 4 unit Puskesmas dan kantor Kelurahan Guntung. Sementara untuk kelurahan Lhok Tuan, kata neni, tahun ini ditargetkan seluruh infrakstruktur akan rampung terbangun.(kb)