“Udah 3 jam saya mengantri. Saya datang dari jam 8 pagi tapi sampai jam 11 masih harus menunggu,” ujarnya saat diwawancarai wartawan media ini, Selasa (26/6), kemarin.
Menanggapi hal tersebut, Kadisdukcapil Kutim Yanuar HPLA membantah antrean panjang terjadi karena mendekati pilkada. Menurutnya hal seperti ini biasa terjadi. “Antrean seperti ini bukan karena pilgub, tapi memang karena semua orang butuh KTP sebagai identitas. Kebetulan saja mendekati pemilu seperti ini masih nampak ramai,” terangnya.
Dia mengatakan kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Kutim saja, melainkan juga terjadi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, terlebih di Kaltim. Dirinya menganggap hal seperti ini wajar terjadi karena sesuai kebutuhan.
“Bahkan di seluruh Indonesia saat ini sedang ramai perekaman, jadi percetakan tidak bisa langsung jika harus menunggu, tapi tidak lama,” tandasnya.
Kemudian ia menjelaskan, permintaan pembuatan KTP terpantau sejak April lalu. Menurutnya, akta kelahiran pun ikut meningkat walaupun tak setinggi KTP el.
“Ya saat ini frekuensi permintaan tertinggi masih KTP. Pasalnya segala pelayanan publik tidak bisa kalau tak menggunakan kartu tanda penduduk tersebut. Bahkan untuk membuat SIM, BPJS, Paspor atau hal lain membutuhkan KTP sebagai syarat utama,” pungkasnya. (yul1116)