Ia pun menceritakan pada saat dirinya berada di warung beberapa waktu lalu, dirinya menanyakan kepada pedagang tentang pulang kampung, pedagang tersebut mengatakan dirinya akan mudik hingga pemilu, padahal berdomisili di Kutim.
“Mereka katakan mau mudik soalnya libur panjang, nah hal semacam ini yang kita harus ingatkan kepada mereka akan gunakan hak pilih,” ujar Ismu.
Menurutnya, Hal tersebut dapat memicu Kutim menjadi tingkat partisipasi pilgub terendah. Sehingga menjadi PR pemerintah untuk membujuk dan mengingatkan kepada masyarakat akan pilkada.
“Semua camat dan lurah bisa mengingatkan kepada warga, karna liburnya lebaran terjepit dekat sama libur pilkada, jadi momen mudik yang baik, bisa-bisa pulangnya lama habis lebaran, jadi kita terus sosialisasikan lah,” ujar Ismu.
Tidak hanya camat saja, Ismu juga mengingatkan OPD dan pekerja di lingkungan Pemkab Kutim untuk menggunakan hak pilihnya, selain itu kepala OPD juga di harapkan mensosialisasikan kepada karyawannya.
“Terlebih Dinkes bisa sosialisasikan ke puskesmas dan pihak puskesmas bisa menyampaikan kepada masyarakat,” pungkas ismu. (yul1116)