“Banyak jalan mulus yang ditemukan tiba-tiba ada lubang, ini tentu sangat rawan bagi kendaraan ban bocor, atau jika kendaraan hendak menghindari lubang ternyata ada kendaraan lain yang berlawanan arah,” ungkapnya.
Oleh karenanya, ke 35 spanduk peringatan yng diapsang tersebut agar para pengendara lebih berhati-hati. Spanduk itu dipasang 100 meteran dari titik jalan rusak. Wilayah yang banyak mengalami jalanan rusak yakni Kecamatan Marangkayu hingga Tanah Datar.
Selain itu, Irawan juga meminta dinas terkait segera memperbaiki jalanan yang rusak dan berlubang. “Karena dari Kilometer 22 sampai Kilometer 35 ini banyak sekali jalan yang berlubang, kerusakannya pun bervariasi mulai yang berat maupun rusak ringan,” ujarnya.
Jalan Poros Bontang-Samarinda ini merupakan jalan lintas Kalimantan. Sehingga banyak kendaraan besar yang membawa alat berat dan melintasi jalan tersebut. Apalagi, tidak adanya jembatan timbang sehingga tidak dapat diketahui beban berat muatan juga kendaraan yang melintas. “35 spanduk ini sebagai upaya meminimalisir kecelakaan,” tegasnya.
Untuk persiapan Operasi Ketupat tahun 2018, Sat Lantas Polres Bontang juga sudah melaksanakan rapat bersama dinas dan instansi terkait. Baik itu dari pemerintah maupun instansi swasta. “Dalam rapat itu juga kami paparkan jalur arus mudik maupun arus balik lebaran,” ungkap Irawan.
Titik rawan di sepanjang jalur mudik tahun 2018 ini masih sama, lanjutnya. Untuk wilayah Bontang Kota sendiri, ada Jalan Soekarno Hatta atau Bontang Lestari dan Simpang Jalan Ahmad Yani, juga termasuk rawan kecelakaan. Mengingat simpang Bontang Post-Columbus terdapat tikungan dan posisi jembatan yang tidak ada pengaman untuk meminimalisir lakalantas.
“Sedangkan titik rawan macet berada di pusat keramaian seperti Pasar Malam Berbas Pantai, sepanjang jalan Pasar Rawa Indah, di titik pasar Ramadan seperti Kampung Jawa dan Jalan MT Haryono,” ujar Irawan.
Di luar Bontang terdapat pos pengamanan dekat SPBU Kenari yang dilengkapi alat dari dinas terkait. Seperti Pemadam Kebakaran, ambulance serta lainnya. Termasuk di wilayah Muara Badak agar bisa cepat dievakuasi jika terjadi sesuaitu.
“Sementara di Bontang terdapat pos pelayanan yakni di Simpang Ramayana, Pos pengamanan di terminal Kilometer 6 dan Pelabuhan Umum Loktuan, serta Pasar Malam Berbas,” kata Irawan Setyono.
Operasi Ketupat rencananya dilakukan gelar pasukan pada 6 Juni mendatang dan berlangsung selama 15 hari. (cil)