“Sudah ditemukan kebocoran, ternyata pipa distribusi 180 mm ada retak bagian bawah dengan panjang 10 cm,” jelas Kasmiran, Selasa (22/5), kemarin.
Seperti diberitakan, warga yang tinggal di sekitaran jalan Brigjen Katamso Km 6, Senin lalu dihebohkan dengan suara ledakan. Mereka berpikir bahwa ledakan itu adalah bom. Namun setelah dilihat keluar, ternyata suara ledakan berasal dari pipa jargas yang ditanam di bawah tanah depan halaman rumah warga.
Syam, salah satu warga mengatakan suara ledakan cukup keras. Ia sampai keluar rumah untuk memastikan sumbernya. “Kayak bom suaranya, Deeem, gitu, suaranya keras sekali, sampai motor parkir yang deket situ terlempar. Dan pas meledak, mobil yang kebetulan sedang ganti ban juga terangkat ke atas, tapi turun lagi. Untung tidak korban jiwa,” ujarnya.
Dijelaskan Kasmiran, pada malam harinya setelah kejadian, mereka langsung melakukan penggalian, untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebcoran.
“Kami lakukan penggalian sejak jam 9 malam tadi (Senin) sampai Selasa siang. Dan Alhamdulillah penyebab kebocoran sudah kami temukan,” ujar Kasmiran.
Menurutnya, keretakan itu kemungkinan diduga ada benda keras, posisinya tepat berada di bawah pipa 180 mm, dan ada tekanan beban berat dari atas. Apalagi kedalaman pipa hanya 60 cm dari permukaan tanah.
“Tadi malam tepat pukul 02.00 WITA, kami open valve pipa 180 mm, untuk mengalirkan gas ke kelurahan Api-api dan Gunung Elai juga Satimpo. Namun kami masih menutup GE 01m untuk pipa 90mm, sehingga yang belum dialiri gas hanya 5 RT dengan jumlah pelanggan 234 sambungan rumah,” jelas Kasmiran.
Karena sudah ditemukan permasalahannya, pada Selasa malam gas akan kembali dialirkan ke semua warga di tiga keluarhan tersebut, Gunung Elai, Satimpo dan Api-api. (cil)