“Sejak jam 11 siang kemarin kita PLB atau Panggilan Luar Biasa seluruh personel, untuk pam gereja kita lakukan penebalan, gereja yang akan melaksanakan misa malam ini akan lakukan pam ekstra ketat, personel jaga ditambahkan penjagaan di gereja tersebut diperkuat dimana sejumlah anggota polisi dan TNI berjaga-jaga di depan gereja,” jelasnya
Jika sebelumnya hanya patroli saja, lanjut Teddy, sekarang akan diperketat dengan mengerahkan seluruh personil untuk melakukan penjagaan sejumlah gereja. Penjagaan dilakukan hingga keadaan benar benar kondusif.
“Kita akan terus melakukan penjagaan sampai suasana benar benar kondusif,” ujar polres.
Terpisah, Bupati Kutim Ismunandar meminta agar seluruh aparat Polri dan TNI bersama masyarakat untuk saling bersinergi, menjaga Kutim agar terhindar dari terorisme. Menurutnya, pasca pengeboman di Surabaya tentu Kutim perlu waspada dan penjagaan yang ketat. Selain itu Ia meminta agar semuan jangan lengah dengan teroris, sebab akses menuju Kutim sangatlah mudah.
“Jangan sampai lengah, bisa saja dia lari ke daerah kita yang menurutnya aman, dan paling mudah masuk ke Kutim. Karena akses ke Kutim sangat mudah, lewat laut dan darat, karena pintu masuknya banyak. Untuk waspada diri akan terorisme,” ujar Ismu. Rencananya pemerintah akan menggelar rapat bersama seluruh camat dengan aparat Polri dan TNI untuk menyusun rencana pencegahan masuknya teroris ke Kutim. “Kita sudah agendakan seluruh aparat di setiap kecamatan dan camat, untuk melakukan pantauan,” jelasnya. (yul1116)