Mereka meminta agar rekan mereka yang ditahan oleh pihak kepolisian karena dituduh melakukan pencurian di area Junk Yard, dibebaskan segera. Karena tidak mengindahkan instruksi agar berhenti, bahkan justru bergerak ke area Cargo Dock, maka terjadi kejar-kejaran terhadap tiga kapal OTK tersebut, yang dilakukan oleh Polair, Posal TNI AL, dan KPLP Tanjung Laut Bontang.
Bahkan, kapal OTK terakhir justru nekat melempar bom molotov ke TB Bontang 4 yang sandar di area pengisian bahan bakar tersebut, sehingga kapal TB Bontang 4 pun terbakar. Namun, dalam beberapa menit kemudian akhirnya seluruh pelaku sebanyak 6 orang berhasil dilumpuhkan oleh aparat keamanan, dua tersangka tertembak, dan empat tersangka lainnya diamankan, dan langsung dibawa ke Polres Bontang.
Aksi yang terjadi di TUKS LNG & LPG Bontang PT Pertamina, dikatakan Gitut Yuliaskar Director & COO LNG Badak, merupakan kegiatan ISPS Code Exercise. Kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Bontang Basri Rase, Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono dan beberapa SKPD Pemkot Bontang ini, bertujuan untuk menjalin kordinasi personel Badak LNG dengan instansi terkait, serta uji coba jaring komunikasi, kesiapan kehandalan, dan kemampuan terhadap penangganan gangguan atau ancaman keamanan yang kemungkinan bisa terjadi di fasilitas TUKS LNG&LPG Bontang PT Pertamina.
Basri Rase sangat mengapresiasi kegiatan ISPS Code Exersice ini. “Tantangan pemerintah semakin berat, sebagaimana diketahui banyak tindakan anarkis teroris saat ini, tidak bisa kita lihat dan sangat tidak manusiawi. Prinsip kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Untuk itu, saya sangat mendukung acara PT Badak ini, ke depan saya harap bisa lebih meningkatkan pengamanan di baik di darat dan di laut,” kata Basri Rase. (*)
Penulis: Cholisoh
Editor: Aspian