Dia menyangkal atas tanggapan masyarakat yang mengeluh kelangkaan elpiji 3kg. Menurutnya, persediaan elpiji tidak pernah terjadinya kelangkaan, pasalnya jumlah elpiji untuk masyarakat Kutim dipastikan sudah cukup. Hanya saja banyak oknum yang menjadikan kelangkaan elpiji dan peruntukannya memang kerap salah sasaran.
Hal ini terbukti ketika Disperindag Kutim menggelar operasi pasar murah belum lama ini, dimana nyatanya gas bersubsidi tersebut ternyata tidak banyak yang terjual. Dedy menilai kelangkaan tersebut hanyalah permainan saja.
“Bila saja masyarakat memahami untuk beli di agen resmi hal ini tidak akan terjadi. Saya rasa hanya pengecer nakal yang mempermainkan kami. Bahkan saya sudah pernah mencoba membuka operasi pasar dengan menjual gas 3 kilo seharga Rp23 ribu, dari pagi hingga malam tidak habis terjual. Kesimpulannya gas di Sangatta tidak langka,” jelasnya.
Dilanjutkan Dony, tidak jujurnya pedagang juga menjadi penyebab sulitnya masyarakat membeli gas bersubsidi tersebut. Dirinya berharap sifat jujur dapat ditanamkan pada setiap individu.
“Jiwa pedagang kita di Kutim ini masih kurang kesadaran. Pasalnya pengecer hanya boleh membeli lima tabung paling banyak. Namun masih saja ada penjual yang membeli lebih dari kapasitas yang ditentukan. Kedepannya kami akan melakukan penjualan gas dengan jalur birokrasi kompleks. Kami lakukan ini semua demi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu antisipasi agar tidak terjadinya kelangkaan di bulan ramadan, lanjut Dony, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk meminta tambahan pasokan di Kutm. Tetapi Ia mengaku belum mengetahui pasti berapa persen tambahan tersebut, namun Dony memastikan mampu memenuhi kebutuhan warga.
“Saya sudah berkoordinasi dengan perusahaan tersebut. Jadi pihak Pertamina akan memberi tambahan elpiji untuk Kutim. Lalu yang dibilang elpiji langka itu tidak benar. Saya sudah selidiki juga, ternyata yang sering menyinggung di media sosial perihal kesulitan mencari gas itu mereka pengecer gas,” katanya.
Nantinya distribusi elpiji tambahan tidak dipasok ke pangkalan, melainkan akan langsung disalurkan di kegiatan operasi pasar. “Rencananya nanti disalurkan bukan lagi ke pangkalan, tapi ke operasi pasar. Kegiatan tersebut akan kita lakukan selama empat minggu dibulan puasa dengan sistem menyasar ke beberapa kecamatan,” pungkas Dony. (yul1116)