Ia pun mengharapkan penyusunan akhir ‘masterplan smart regency’ ini dapat menjadi awal membuat Kutim lebih baik. Pihaknya sudah menganggarkan semua kebutuhan untuk pembangunan melalui diskominfo. “Kami menginginkan dengan perencanaan pembangunan ini dapat membangun Kutim dengan efisian dan efektif,” kata Irawansyah.
Namun di sisi lain Pemkab juga mengalami kendala yang dihadapi, seperti listrik dan SDM. Irawansyah menilai pada dasarnya melakukan dan membangun tersebut tidaklah mudah. “Beberapa kendala kamu hadapi, salah satunya masalah listrik, tidak hanya itu sumberdaya manusia juga menjadi salah satu kendala, karna untuk memajukan daerah tidaklah instan,”tuturnya.
Terpisah, Kepala Diskominfo Kutim Erlyan Noor menjelaskan, selanjutnya pihaknya berencana akan mengunjungi ‘plaza smart city’ untuk mencari informasi baru, agar mudah dalam mengimplementasikan program tersebut.
“PT Telkom sudah mengundang kita untuk mengunjungi ‘plaza smart city’. Dengan jatah setiap hari dua kabupaten kota. Kutim sudah dijadwalkan tanggal 8 Mei 2018. Banyak keuntungan yang akan didapat, salah satunya menjadi ilmu dasar untuk membangun daerah kita ini,” terangnya.
Inovasi cerdas, untuk membangun Kutim lebih baik. Dengan konsep internet yang bertujuan untuk mengembangkan inovasi cerdas. “Tersusunnya ‘smart regency’ dengan visi dan misi yang sesuai. Nantinya akan dibentuk tim penyusun dari kepala OPD. Selain itu, tim pelaksana akan langsung diketuai oleh diskominfo,” pungkas Irawansyah. (yul1116)