Awasi Ketat, Panwaslu Kutim “Patroli" di Medsos
1 menit baca6.800 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Money politic dan politisasi isu SARA rentan terjadi dalam Pilkada Kaltim 2018 khususnya di Kutai Timur. Terkait hal itu, Koordinator bidang Koordinasi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Komisioner Panwaslu Kutim, Muhammad Idris, mengungkapkan pihaknya belum menemukan pasangan calon maupun tim sukses terindikasi melakukan politik isu sara.
"Berdasarkan pengawasan di tingkat keluraharan dan kecamatan belum ada pasangan calon yang berkampanye dengan isu SARA," kata Idris usai melaksanakan kegiatan Deklarasi Tolak dan Lawan Money Politik & Politisasi Isu Sara dalam Pilkada Kaltim 2018 Berintegritas di Room Maloy Hotel Royal Victoria, Sangatta Selasa (10/4) siang tadi. "Kami juga mengimbau kepada Paslon untuk tidak menggunakan isu sara sebagai kampanye," imbuhnya.









