Agus Kurniawan, yang lahir di Serang pada 09 Agustus 1969, sempat menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Lampung (UNILA) pada 1992 dengan predikat sangat memuaskan dan dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik.
Mulai meniti karir di Kejaksaan RI semenjak tahun 1995 dengan penempatan pertama di Kejaksaan Negeri Kalianda. Diangkat menjadi Jaksa semenjak tanggal 01 Maret 1999 setelah menjalani Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ) selama 6 bulan di Pusdiklat Kejaksaan Agung RI.
Menurut Agus Kurniawan, ia pernah menjabat sebagai, Kasubsi Oharda pada Seksi T.P. Umum Kejaksaan Negeri Palu Sulawesi Tengah tahun 1999 dan Kasubsi Ekonomi Moneter pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Palu Sulawesi Tengah pada tahun 1999 sampai 2001, kemudian mutasi menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Pandeglang tahun 2001. Dan masih banyak lagi posisi yang pernah ia jalani, termasuk pada 30 Mei 2011, diangkat menjadi Anggota Satgas Intelijen pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI sampai dengan tahun 2016.
“Saya dulu di 2100, pernah dilibatkan dalam Tim Tracking (Rekam Jejak) Calon Pimpinan KPK,” jelas Agus Kurniawan, yang mengaku sangat hobi bersenandung shalawatan, dan suka mengirimkan lagu-lagu shalawat kepada rekan-rekannya.
Selama mendapatkan tugas sebagai Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Bontang, Agus Kurniawan langsung melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan tugas-tugas kejaksaan di daerah, baik dalam bidang pembinaan, intelijen, tindak pidana khusus, tindak pidana umum dan bidang perdata dan tata usaha negara, sehingga Kejaksaan Negeri Bontang mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur sebagai juara terbaik II atas upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kinerja Kejaksaan Tahun 2017.
Laki-laki yang terkenal ulet dalam bekerja, bahkan punya ide untuk merombak suasana Kantor Kejaksaan Bontang. Hal ini dikatakanya, untuk menunjang peningkatan kinerja dan kenyamanan para pegawai dalam bekerja.
“Saya lakukan rehabilitasi sarana dan prasarana gedung kantor berupa, pintu gerbang dan pagar kantor, ruang pelayanan publik, front Office, ruang kerja Kajari, ruang sekretariat, dan ruang meeting dan ekspose, ini semua agar semua bisa bekerja lebih semangat dengan suasana baru,” kata Agus, saat ditemui dir uang kerjanya, baru-baru ini. (cil)