Pelaku pertama teridentifikasi inisial Ms(36), pada saat Sabtu, 3 februari sekitar pukul 06.00 wita, melakukan penembakan pertama dengan menyiapkan dua kotak peluru. Satu kotak berisi 70 peluru.
Tersangka Ms yang penembak pertama terhadap orangutan. Kemudian Ms meminta bantuan kepada NS (55), karena orangutan berteriak dan tidak mau pergi, masih bergelantungan di dahan kering. Sementara NS bersama-sama Ms, melakukan penembakan kembali. Dan tersangka ketiga Hm, ikut mengusir orangutan dengan senapan masing-masing. "Di TKP awal tiga tersangka melakukan penembakan beruntun," ujar Teddy.
Kemudian tersangka keempat AM(37) merupakan menantu tersangka kedua NS, ikut membantu memberondong orangutan, kala itu orangutan sudah berada di tengah danau di atas kayu kering. Dan RS anak dari tersangka kedua NS, juga melakukan penembakan orang utan yang sudah bergelantungan. "Ini TKP awal dan kedua hanya berkisar puluhan meter, dan orangutan diberondong peluru okeh kelima tersangka mulai pukul 06.00 wita hingga pukul 11.00 wita, atau sekitar 4-5 jam penembakan," jelas Teddy.
Sementara TKP ketiga, di mana orangutan dievakuasi di tengah danau, karena sempat diberondong dari TKP pertama, kedua hingga ke TKP ketiga.
Polisi pun sudah mengamankan empat pucuk senapan angin milik tersangka. Satu pucuk adalah milik MS, satu pucuk milik tersangka empat AM, satu pucuk milik saksi SN, satu pucuk milik temannya tersangka keempat yang dibawa tsk kedua tapi rusak.
Penulis: Olis
Editor: Firman Hidayat