Bahkan rencananya Sabtu ini (17/2) besok, usai dari tugasnya ke Jakarta, Basri Rese akan berpamitan ke Partai Hanura. Dan kemudian hijrah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “InshaAllah partai yang saya pilih adalah PKB, karena kebetulan saya terlahir dari darah NU, dan keluarga besar saya adalah NU, selain itu dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya mantap ke PKB,” jelas Basri, sembari menyatakan jika PKB itu kepanjangannya adalah Partai Kita Baru.
Bahkan Basri mengklaim, kepindahan dirinya ke PKB nantinya bakal diikuti pengurus Hanura lainnya. Tak tanggung-tanggung, sekitar 80 persen pengurus Hanura dibawah kepemimpinannya bakal ikut kemana ia hijrah. “80 persen yang ada di Hanura, semuanya akan pindah ke PKB,” tandasnya.
Terpisah, Ketua DPC PKB Bontang Subudi membenarkan kabar kepindahan Basri Rase. “Iya benar, Pak Basri pindah ke PKB,” ujar Subudi. Dihubungi via WA kepada harian ini Rabu (4/2) menjawab, jika Basri Rase, sudah sering lakukan komunikasi intens.
“Ada lebih dari empat kali pertemuan. Komunikasi dengan Pak Basri juga sudah baik,” lanjut Subudi.
Kepindahan Basri ke partai besutan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ini sudah terbuka lebar. Kader dan pengurus partai pun menyambut antusias sosok Wakil Walikota Bontang tersebut. Selain, Basri memiliki darah NU, sosok Basri dinilai bisa membesarkan PKB di Kota Bontang.
Subudi sendiri mengaku, legowo apabila posisinya sebagai ketua DPC PKB digeser Basri Rase, sepanjang itu merupakan keputusan wilayah. “Saya itu manut saja, sepanjang itu keputusan wilayah,” ujarnya.
Asalkan, lanjutnya, tujuannya untuk membersarkan partai dan meraup suara di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 sekaligus memuluskan langkah Cak Imin menjadi Bakal Calon Wakil Presiden 2019 mendatang. “Rencananya malam Sabtu nanti kita akan rapat internal partai, saya ikhlas kok. Terpenting bisa membesarkan PKB,” pungkasnya.(cil)