Sekretaris Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Pertanahan (DPKPP) Bontang, Maksi Dwiyanto, kedua rusunawa tersebut dalam masa pemeliharaan setelah pengisian mebeler dan menunggu serah terima hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bontang.
“Tinggal FHO (Final Hand Over, Red.), dan kami masih menunggu kontrak mereka pengisian furniture, selanjutnya sama prosesnya seperti Rusunawa Api-Api,” kata Maksi, beberapa waktu lalu.
Khusus untuk Rusunawa Guntung dan Loktuan, lanjut Maksi, Kementerian PUPR langsung menyediakan furniture di setiap kamarnya. Mulai dari kasur, meja kerja atau meja makan 2 buah berikut kursinya, serta lemari pakaian.
“Itu termasuk mebel yang standar, semua kamar sudah terisi kalau yang di Loktuan 70 kamar, yang di Guntung 90 kamar. Pengadaannya dilakukan sejak Desember tahun 2017 lalu,” ungkap Maksi.
ia pun beerharap Rusunawa Guntung dan Loktuan sudah dihuni tepat waktu, sesuai yang telah dijadwalkan sebelumnya. Hal tersebut lebih dipercepat agar bisa segera difungsikan seperti Rusunawa Api-Api, sambil menunggu proses serah terima penghunian dilakukan lebih dulu.
“Kami sudah bersurat ke kementerian untuk percepatan penghunian, semoga bisa dihuni lebih dulu sambil proses hibah,” ujarnya.
Seperti diketahui, Rusunawa Guntung dibangun sejak tahun 2016, hanya saja sampai akhir kontrak, kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dan hanya terbangun 52 persen saja pada November 2016. Hal itu dikarenakan terkendala cuaca serta alat teknis.
Oleh karenanya, tahun 2017, pembangunan Rusunawa Guntung dilanjutkan dengan lelang ulang. Anggaran yang digunakan untuk membangun Rusunawa Guntung awalnya senilai Rp18 miliar, tetapi mengalami pengurangan menjadi Rp10,5 miliar.
Pembangunannya selesai di tahun 2017 lengkap dengan penyediaan furniture. Sementara Rusunawa Guntung dibangun hanya dalam waktu satu tahun yakni tahun 2017. Prosesnya saat ini sama dengan Rusunawa Guntung yang menunggu serah terima. (cil)