KBO Sat Lantas Polres Kutim Iptu Eko Wahyono mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi berawal keteika Mursalin mengendarai truknya dari arah kantor HTT hendak menuju ke arah pelabuhan. “Sesampainya di Jalan Sutan Syahrir, pengendara hendak berbalik arah atau ngapsul dan mengambil haluan dari kiri ke kanan,” jelas Eko saat ditemui di ruangannya, Jumat (19/1) kemarin.
Ketika hendak melakukan haluan dan berbelok dengan pelan, disaat bersamaan muncul dari belakang sepeda motor dikendarai Jawahir yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam truk tersebut. “Setelah membentur atau menabrak truk itu, motor dan pengendaranya terseret oleh truk itu ke jalur sebelah kanan,” terang dia.
Korban mengalami luka berta di kepala dan langsung dibawa ke RS Amalia dengan kondisi kritis. Namun ternyata, Eko melanjutkan bahwa sekira pukul 11.35 Wita, pihaknya mendapat laporan dari rumah sakit tersebut bahwa korban menghembuskan nafas terakhirnya atau meninggal dunia sebelum waktu Jumatan.
“Padahal, truk tersebut berbelok dengan sangat pelan, dan juga menurut saksi , pengemudi truk pun sudah memberi tanda dengan mengeluarkan tangannya melambai agar pengendara lainnya pelan-pelan, mengingat lokasinya di depan sekolah dan ramai,” katanya.
Sat Lantas Polres Bontang dari Unit Laka pun sudah melakukan olah TKP. Eko menyatakan hasil olah TKP tersebut, tidak ditemukan helm milik pengendara motor. Saat ini, kedua barang bukti pun sudah diamankan. Namun disebutkan Eko, pemilik motor belum ada yang melapor ke pihak kepolisian. Sementara keluarga korban masih berduka dan shock atas kepergiannya Jawahir. “Orang tuanya di Sulawesi, korban disini tinggal bersama kakek dan neneknya dan masih belum bisa dimintai keterangan,” pungkasnya. (cil)