Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kutim, Dr Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan, masyarakat sangat antusias datang ke posko untuk mendapatkan vaksin difteri.
“Kita fokuskan ke 2 kecamatan dulu, karena penyakit difteri tersebut bermula dari warga sini, sementara untuk kecamatan lain kita akan usulkan nanti,” katanya,.
Kecamatan lain belum diberikan imunisasi lantaran pembagian vaksin tersebut juga dibatasi dari provinsi. Selain itu pihaknya juga masih terkendala biaya. “Kita juga sudah mengajukan kepada bupati, maunya sih semuanya tapi karena kondisi keuangan pemerintah yang saat ini buruk, sehingga kita memfokuskan untuk 2 kecamatan saja sementara,” jelasnya.
Yuana juga menjelaskan, pemberian vaksin dijamin aman dan sudah memiliki label halal dari MUI, sehingga orang tua tidak perlu khawatir. Sebelum pemberian imunisasi, petugas kesehatan juga menanyakan kondisi anak, jika sedang demam, maka pelaksanaan imunisasi akan ditunda sampai anak itu sembuh.
Tidak hanya sekedar mengantar anak untuk imunisasi Difteri, banyak juga dari orang tua dan orang dewasa diatas 19 tahun, menanyakan apakah mereka juga dapat mengikuti imunisasi massal tersebut.
Imunisasi yang akan digelar sampai dengan 31 Januari mendatang tersebut, menargetkan keseluruhan warga Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan dari usia 1-19 Tahun untuk mendapatkan imunisasi, agar mencegah terjangkitnya kembali penyakit Difteri di Kutai Timur. (yul1116)