“Di Kutim masih banyak warga yang perlu di bantu, apa lagi jika di lihat dari WC dan kamar mandi, 2 itu sakral perlu dibersihkan,” kata Teddy.
Tidak hanya pada pada WC dan kamar mandi saja, semua lokasi yang dianggap tidak laik seperti kamar tidur, atap, lantai dan lainnya, juga akan di benahi.
“Karena kami lihat masih banyak di Kutim yang hidup di bawah garis kemiskinan. Di daerah pedalaman masih banyak. Jadi kami akan melakukan bedah rumah setiap bulannya di kecamatan - kecamatan,” ujar Kapolres yang baru 3 bulan menjabat di Kutim
Program ini dijalankan dengan biaya dari swadaya pihak kepolisian, dimana penggunaan uang pribadi ini secara sukarela, tanpa ada paksaan. Rencananya program ini akan di lakukan di tahun ini dengan menyasar 3 atau 4 rumah dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan.
“Kami patungan sesama polisi. Hasilnya, kami buatkan bedah rumah untuk masyarakat. Kalau ada yang mau ikut kami persilahkan kita tidak memaksa,” katanya.
Ditanya kapan realisasi program tersebut, dirinya mengaku masih melakukan komunikasi aktif di internal polisi. Hanya saja, kemungkinan paling lambat ialah akhir bulan Januari ini.
“Kan saya baru beberapa hari menjabat. Sabar saja. Tunggu tanggal mainnya. Ini kami masih terus melakukan pemantapan. Intinya lebih cepat lebih baik,” katanya. (Yul 1116)