Salah satu pedagang terompet, Yudi mengatakan, ia sudah mulai menjajakan barang dagangannya sejak Minggu lalu, tepatnya pada hari Selasa (18/12) lalu. Setiap mendekati perayaan Natal, lanjutnya, sudah banyak pembeli yang mulai mencari terompet untuk memeriahkan suasana pergantian tahun.
“Sejak malam natal kemarin sudah lumayan banyak pembeli yang mencari terompet,” ujar Yudi.
Dilanjutkannya, penjualan tertinggi yang dia rasakan biasanya jelang mendekati tahun baru. Bahkan ia bisa mengantongi pendapatan sebesar Rp800 ribu per hari. Bahkan, tiga hari menjelang perayaan tahun baru, pria berusia 52 tahun ini bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah hingga mencapai Rp 1 juta.
“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, omset penjualan tertinggi pada tiga hari menjelang tahun baru,” ucapnya. Harga terompet pun beragam, mulai dari Rp10 hingga Rp50 ribu rupiah. Sedangkan untuk petasan dan kembang api kisaran Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu.
Tidak hanya Yudi, pedagang lainnya, sudirman, mengaku ia bersama sepuluh temannya menjadi pedagang terompet musiman setiap menjelang perayaan tahun baru. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini mencari peluang mengais rezeki melalui momen yang terjadi sekali dalam setahun tersebut.
“Kami sudah tiga tahun berjualan terompet dan kembang api saat momen natal dan tahun baru tiba. Setiap harinya saya bisa membawa paling sedikit 100 buah terompet berbagai bentuk dan ukuran,” ujar Sudirman. (yul1116)