Insentif Guru Jadi Prioritas Ismu Tahun 2018
1 menit baca903 kali dibaca
SANGATTA – Pemkab Kutai Timur (Kutim) menggelar upacara peringatan HUT ke-72 tahun PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Senin, 4 Desember 2017. Mengangkat tema “HGN Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru”, acara ini dihadiri ratusan guru dari semua jenjang pendidikan.
Bupati Kutim Ismunandar selaku inspektur upacara menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdian guru yang telah banyak melahirkan pemimpin-peminpin bangsa. Tanpa jasa guru semuanya tidak akan pernah bisa jadi apa-apa. “Kita semua yang ada dan bisa berdiri di sini semua karena guru,” ujarnya.
Meski demikian, Ismunandar tetap menekankan akan pentingnya menjaga sikap etika dan menjunjung tinggi nilai profesionalisme guru sebagai tenaga pengajar. Organisasi profesi, yakni PGRI dan IGI diharapkan dapat menjalankan perannya untuk mewadahi seluruh aspirasi para guru.
Ismunandar mencotohkan, saat minggu lalu serombongan guru-guru Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) mengadukan aspirasinya ke lembaga legislatif. Padahal permasalahan itu sebaiknya terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. “Bukan kami tidak mengizinkan, tetapi ikuti mekanismenya kecuali sudah buntu,” katanya.
Ismunandar juga menyinggung ihwal kebijakannya yang telah berupaya mengangkat status guru-guru honorer menjadi TK2D. Hal ini sebagai upaya memperbaiki nasib guru yang telah bertahun-tahun mengabdi namun tidak memiliki kepastian. “Dan untuk 2018 saya sudah perintahkan bahwa Pak Sekda harus mengutamakan insentif guru-guru,” jelasnya. (ks)










