Sebelumnya warga Kelurahan Dadi Mulya Samarinda Ulu harus kecewa dengan beras yang sebelumnya bernama Beras Miskin (Raskin) ini. Beras yang diterima warga beraroma tak selaykanya aroma beras, berwarna kuning, dan menggumpal. Warga yang kesal lalu mengembalikan beras tersebut ke kelurahan tempat mereka membeli beras, Senin (5/6) lalu.
Belasan warga penerima Rastra mendatangi Kantor Kelurahan Dadi Mulya di Jalan Gamelan, Samarinda. Mereka mengembalikan Rastra yang dibeli dengan harga Rp24 ribu perkarung. Namun demikian, Rusmadi menegaskan permasalahan tersebut telah diselesaikan, dan masyarakat telah mendapatkan ganti yang lebih baik. “Sudah ada penggantian untuk warga kemarin,” paparnya.
Untuk diketahui, Kaltim sebagai penerima Rastra tahun 2017 sebanyak 120.523 keluarga penerima manfaat (KPM). Jika dibandingkan dengan tahun 2016 ada penurunan 310 KPM.
Menurut Rusmadi penurunan ini merupakan indikator perbaikan ekonomi di Kaltim. Dijelaskan dia penerima Rastra identik dengan warga miskin. Artinya, angka kemiskinan di Kaltim mengalami penurunan, meskipun tidak signifikan.
“Jadi kalau misalnya ada masyarakat mendapatkan Rastra dalam kondisi buruk segera lapor dan kami akan langsung kembalikan dan akan kami ganti dengan yang baik,” ungkap Rusmadi. (rs)
Sebelumnya warga Kelurahan Dadi Mulya Samarinda Ulu harus kecewa dengan beras yang sebelumnya bernama Beras Miskin (Raskin) ini. Beras yang diterima warga beraroma tak selaykanya aroma beras, berwarna kuning, dan menggumpal. Warga yang kesal lalu mengembalikan beras tersebut ke kelurahan tempat mereka membeli beras, Senin (5/6) lalu.
Belasan warga penerima Rastra mendatangi Kantor Kelurahan Dadi Mulya di Jalan Gamelan, Samarinda. Mereka mengembalikan Rastra yang dibeli dengan harga Rp24 ribu perkarung. Namun demikian, Rusmadi menegaskan permasalahan tersebut telah diselesaikan, dan masyarakat telah mendapatkan ganti yang lebih baik. “Sudah ada penggantian untuk warga kemarin,” paparnya.
Untuk diketahui, Kaltim sebagai penerima Rastra tahun 2017 sebanyak 120.523 keluarga penerima manfaat (KPM). Jika dibandingkan dengan tahun 2016 ada penurunan 310 KPM.
Menurut Rusmadi penurunan ini merupakan indikator perbaikan ekonomi di Kaltim. Dijelaskan dia penerima Rastra identik dengan warga miskin. Artinya, angka kemiskinan di Kaltim mengalami penurunan, meskipun tidak signifikan.
“Jadi kalau misalnya ada masyarakat mendapatkan Rastra dalam kondisi buruk segera lapor dan kami akan langsung kembalikan dan akan kami ganti dengan yang baik,” ungkap Rusmadi. (rs)