“Untuk posisi beras sampai akhir tahun, secara kasar kurang lebih Bulog memiliki 1,7 juta ton. Kalau yang pengguna rastra, kita ada 1,3 juta ton sampai akhir tahun. Kalau tidak ada serapan kita akan ada sisa 400 ribu ton,” ungkapnya di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (4/7).
Besaran tersebut dianggap cukup hingga akhir tahun dan hingga masa panen raya di tahun 2018 mendatang. Namun, stok beras akan tetap aman hingga akhir 2017 karena Bulog masih bisa mendapatkan tambahan stok dari 250 panen per bulannya.
“Hari ini mulai panen walau tidak besar. Dengan asumsi per bulan kita mendapat 250 panen per bulan, nanti 4-5 bulan akan ada 1juta ton-1,4 juta ton tambahan sehingga ada stok 1,6 juta ton hingga 1,7 juta ton. Untuk menutup kebutuhan Januari-Maret harusnya sampai panen 2018 rasanya masih aman,” tukasnya. (oz)
“Untuk posisi beras sampai akhir tahun, secara kasar kurang lebih Bulog memiliki 1,7 juta ton. Kalau yang pengguna rastra, kita ada 1,3 juta ton sampai akhir tahun. Kalau tidak ada serapan kita akan ada sisa 400 ribu ton,” ungkapnya di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (4/7).
Besaran tersebut dianggap cukup hingga akhir tahun dan hingga masa panen raya di tahun 2018 mendatang. Namun, stok beras akan tetap aman hingga akhir 2017 karena Bulog masih bisa mendapatkan tambahan stok dari 250 panen per bulannya.
“Hari ini mulai panen walau tidak besar. Dengan asumsi per bulan kita mendapat 250 panen per bulan, nanti 4-5 bulan akan ada 1juta ton-1,4 juta ton tambahan sehingga ada stok 1,6 juta ton hingga 1,7 juta ton. Untuk menutup kebutuhan Januari-Maret harusnya sampai panen 2018 rasanya masih aman,” tukasnya. (oz)