Dengan latihan tersentral, sistem latihan wushu menjadi lebih tertata. Masing-masing atlet mendapat kesempatan ditangani pelatih dari China. Tak ayal suasana latihan pun jadi lebih kondusif dan nyaman.
Atmosfer cair sudah terlihat di sela-sela latihan fisik sore kemarin di Gedung PP ITKON. Dilatih oleh pelatih fisik Kelana Sukma, ada nuansa santai dari para atlet taolu. Mereka sempat bercanda ketika salah seorang atlet yang kelelahan dengan santai menenggak minuman, sementara sebagian yang lain sedang berpuasa.
“Ya, jadi lebih enak sih dan nyaman. Seperti kesempatan dilatih oleh pelatih dari China semua dapat. Kalau dulu yang di Jakarta dan Yogyakarta kan tidak dapat (cuma di Medan). Jadi harusnya sih sudah lebih merata dan adil. Semua dapat susah dan senangnya,” ujar Lindswell. “Harapannya (hasilnya) jadi lebih baik,” pungkasnya. (dts)
Dengan latihan tersentral, sistem latihan wushu menjadi lebih tertata. Masing-masing atlet mendapat kesempatan ditangani pelatih dari China. Tak ayal suasana latihan pun jadi lebih kondusif dan nyaman.
Atmosfer cair sudah terlihat di sela-sela latihan fisik sore kemarin di Gedung PP ITKON. Dilatih oleh pelatih fisik Kelana Sukma, ada nuansa santai dari para atlet taolu. Mereka sempat bercanda ketika salah seorang atlet yang kelelahan dengan santai menenggak minuman, sementara sebagian yang lain sedang berpuasa.
“Ya, jadi lebih enak sih dan nyaman. Seperti kesempatan dilatih oleh pelatih dari China semua dapat. Kalau dulu yang di Jakarta dan Yogyakarta kan tidak dapat (cuma di Medan). Jadi harusnya sih sudah lebih merata dan adil. Semua dapat susah dan senangnya,” ujar Lindswell. “Harapannya (hasilnya) jadi lebih baik,” pungkasnya. (dts)