“Saya secara pribadi, merasa kecewa dengan angka tenaga kebersihan kita saat ini. Angkanya boleh banyak, namun kenyataan di lapangan tidak terlihat dan bahkan saat petugas kebersihan diturunkan di lapangan, paling banyak 30 orang dan orangnya juga hanya itu saja. Sementara yang lainya, hanya kelihatan absennya saja,” terang Said kepada Koran Kaltim.
Walau demikian, Said bersama anak buahnya tetap bekerja dengan baiknya untuk menjaga kebersihan Kota Tanjung Redeb dari sampah. Ini semua dilakukan, guna mewujudkan Berau yang hijau, bersih dan sehat menjadi salah satu program prioritas Pemkab.
Berbagai program dilakukan untuk dapat bersama-sama masyarakat menciptakan lingkungan yang teduh dan nyaman bagi masyarakatnya maupun bagi wisatawan yang datang ke Bumi Batiwakkal.
“Kita secara terus menerus melakukan pembersihan di setiap titik sudut Kota Tanjung Redeb bersama masyarakat khususnya di Jumat Pagi bersih. Tentu saja, keinginan mempertahakan Adipura merupakan keinginan bersama. Penghargaan Adipura menjadi pendorong semangat untuk menjaga lingkungan. Meskipun bukan target utama, namun dengan penghargaan tersebut menjadi motivasi bersama masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih secara berkelanjutan,”pungkasnya. (ind)