“Kami ingin agar cagar budaya dan sejarah yang ada di Berau tetap terjaga, dan kondisinya tetap baik. Makanya melalui program ini, Berau Coal lakukan pemugaran di beberapa sisi Museum,” ungkapnya.
Ditambahkan Annisa, sejumlah bagian museum yang diperbaiki mulai dari pintu, jendela, serta beberapa bagian yang telah rapuh. Selain juga pengadaan fasilitas museum yang dianggap belum terpenuhi selama ini.
“Kami sudah melakukan perbaikan beberapa titik museum, serta dibersihkan dan perbaiki. Termasuk fasilitas museum yang selama ini dinilai masih kurang. Proses pemeliharaan dan pemenuhan fasilitas juga melibatkan masyarakat sekitar, agar sesuai dengan kebudayaan yang ada,” terang Annisa.
Sementara Fani, salah satu pengunjung museum, menyambut baik perbaikan Museum Batiwakkal yang dilakukan Berau Coal ini. Dikatakannya Museum tersebut merupakan saksi bisu perjuangan masyarakat Berau, dalam melawan kolonial Belanda. Sehingga menjadi salah satu kebanggaan masyarakat, sebagai bagian dari sejarah bangsa.
“Kami sangat apresiasi apa yang dilakukan PT Berau Coal terhadap museum ini, dan peduli terhadap salah satu cagar budaya. Semoga kedepan program ini tetap berlanjut, dan bukan hanya museum ini saja. Tapi juga cagar budaya lainnya bisa turut diperhatikan,” harap Fani. (kb)