“Anggota Satpol-PP harus memiliki fisik terlatih dan mental yang kuat, oleh karena itu seluruh anggota yang bertugas sebagai pengamanan wajib menjalani latihan pembinaan fisik dan mental yang kita laksanakan saat ini. Mengingat, kita selalin memiliki tugas pokok sesuai Perda juga sebagai penegak aturan Perda yang merupakan tugas utama kita dalam membantu visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” katanya kepada Koran Kaltim, Rabu (22/11).
Ditambahkanya, bahwa kegiatan pelatihan pembinaan fisik dan mental untuk saat ini telah menjadi suatu keharusan sebagai bagian dari semangat dan kekuataan kelembagaan. Sehingga peserta pelatihan semua dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Adapun materi disampaikan merupakan bagian dari pesan moral yang berkaitan dengan aktivitas harian terlebih lagi dalam rangka pemantapan serta pemahaman tentang peraturan yang berlaku,”tegasnya.
Pemateri dari Polres Berau AIPTU Sudarmono menerangkan, dalam pelatihan ini yang ditekankan adalah cara kerja dan rasa kebersamaan didalam menjalankan tugas di lapangan nantinya. Mengingat, Satuan Polisi Pamoing Praja (Satpol PP) mempunyai tugas membantu kepala daerah untuk menciptakan suatu kondisi daerah yang tenteram, tertib, dan teratur sehingga penyelenggaraan roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan aman. Oleh karena itu, di samping menegakkan Perda, Satpol PP juga dituntut untuk menegakkan kebijakan pemerintah daerah lainnya yaitu peraturan kepala daerah. “Sebagai mitra dari pihak Kepolisian dan TNI, kinerja Satpol PP perlu dibangun kelembagaan Satpol PP yang mampu mendukung terwujudnya kondisi daerah yang tenteram, tertib, dan teratur. Penataan kelembagaan Satpol PP tidak hanya mempertimbangkan kriteria kepadatan jumlah penduduk di suatu daerah, tetapi juga beban tugas dan tanggung jawab yang diemban, budaya, sosiologi, serta risiko keselamatan polisi pamong praja,”pungkasnya. (ind)