Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Berau. Salah satunya terlihat di SPBU Sambaliung, Senin (31/8/2026) pagi. Kendaraan memadati ruas jalan di sekitar SPBU, sementara warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Persoalannya bukan hanya panjangnya antrean. Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan mengenai distribusi dan ketersediaan BBM di lapangan, terlebih ketika Pertamina menyatakan pasokan BBM dalam kondisi aman.
Salah satu warga Sambaliung, Tini, mengaku telah mencari BBM sejak Sabtu (29/8/2026). Ia tidak hanya kesulitan mendapatkan BBM di SPBU, tetapi juga tidak menemukan di tingkat pengecer.
“Saya heran. SPBU itu buka sebentar sekali, lalu habis,” ujar Tini.
Tini mengaku telah meminta penjelasan mengenai kondisi tersebut. Namun, jawaban yang diterimanya tidak memberikan kepastian mengenai kapan BBM kembali tersedia.
“Katanya habis atau masih dalam pengiriman,” katanya.
Kondisi ini membuka pertanyaan yang lebih besar, apakah persoalan BBM di Berau semata-mata karena pasokan, atau terdapat persoalan lain dalam rantai distribusinya.
Pertanyaan tersebut menjadi penting karena BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Dalam kondisi kabut asap yang masih mengganggu aktivitas, keterbatasan BBM justru dapat memperbesar beban warga. Kendaraan menjadi sarana utama untuk bekerja, bersekolah, memperoleh kebutuhan pokok, hingga mengakses layanan publik.
Di tengah keluhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat distribusi BBM di Berau.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan operasional Fuel Terminal Berau bahkan dimajukan dari kondisi normal pukul 07.00 Wita menjadi pukul 05.00 Wita.
“Hari ini, Pertamina mengoptimalkan pengiriman Pertalite secara bertahap ke SPBU di Berau,” ujar Edi.
Menurutnya, kapal pengangkut BBM telah bersandar di Fuel Terminal Berau pada Senin malam (31/8/2026). Setelah proses penerimaan dan penyiapan produk selesai, distribusi kepada SPBU dijadwalkan kembali berjalan normal mulai Selasa (1/9/2026).
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan sedang dalam proses penguatan,” katanya.
Pernyataan Pertamina tersebut menunjukkan adanya langkah penguatan pasokan dan distribusi. Namun, kondisi di tingkat konsumen masih menunjukkan adanya antrean panjang dan stok yang cepat habis di sejumlah SPBU.
Karena itu, informasi mengenai jadwal distribusi menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui kapan pasokan kembali tersedia di SPBU.
Pertamina menyatakan pemantauan intensif terus dilakukan bersama SPBU dan pihak terkait. Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Pertamina turut mengingatkan BBM yang dibeli di SPBU merupakan produk untuk konsumen dan tidak untuk diperjualbelikan kembali.
Di tengah kondisi tersebut, pengawasan distribusi tetap diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Dengan kapal pengangkut BBM telah bersandar dan distribusi dijadwalkan kembali berjalan normal pada Selasa (1/9/2026), perhatian berikutnya tertuju pada realisasi pasokan di SPBU dan apakah antrean panjang masyarakat mulai berkurang.
Editor: Erwin