Kepala Kampung Biatan Ulu Samsul mengatakan, kerusakan jalan alternatif menjadi salah satu kendala utama mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut membuat warga harus menggunakan jalur di luar kampung dengan waktu tempuh yang lebih lama. “Jalan penghubung alternatif sangat kami harapkan diperhatikan karena aksesnya sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Samsul. Kalau jalur alternatif Biatan Ulu menuju Biatan Lempake dalam kondisi baik, perjalanan dari Biatan Ulu dan Biatan Ilir menuju ibu kota Kecamatan Biatan dapat ditempuh sekitar 45 menit.
Namun, akibat kondisi jalan yang rusak, warga harus mengambil jalur lain dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Bagi masyarakat, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut kenyamanan perjalanan. Akses jalan juga berkaitan langsung dengan kemudahan warga mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Samsul berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap akses tersebut sehingga masyarakat tidak lagi harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.
“Kami berharap akses Biatan Ulu menuju Biatan Lempake menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya. Menanggapi aspirasi tersebut, Gamalis mengatakan kunjungan ke Biatan menjadi kesempatan pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Pemerintah tidak hanya membutuhkan laporan administratif untuk mengetahui kebutuhan warga, tetapi juga perlu turun langsung dan berdialog dengan masyarakat. “Saya hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan mencari solusi,” ujar Gamalis. Peningkatan konektivitas antarkampung akan memberikan dampak lebih luas. Jalan yang terhubung dengan baik tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap fasilitas publik. Kemudahan akses menuju ibu kota kecamatan akan beriringan dengan semakin mudahnya masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan dan kesehatan. Selain persoalan pembangunan, Gamalis juga mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi maupun mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jaga kebersamaan dan kekeluargaan. Kondusivitas ini harus dipertahankan,” tegasnya. Pemkab Berau, akan terus membangun sinergi dengan aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk menjaga stabilitas wilayah. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara langsung, dengan persoalan konektivitas menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga Biatan Ulu dan Biatan Ilir. “Pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat,” pungkas Gamalis.
Editor: Aspian Nur