Status Naik Jadi Kelas II, BMKG Kalimarau Perkuat Peran Mitigasi Bencana dan Layanan Cuaca di Berau
2 menit baca0 kali dibaca

2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Stasiun Meteorologi Kalimarau BMKG Berau resmi meningkat status dari Stasiun Meteorologi Kelas III menjadi Stasiun Meteorologi Kelas II.
Peningkatan status tersebut menjadi pengakuan atas semakin strategisnya peran BMKG dalam mendukung keselamatan transportasi, mitigasi bencana hidrometeorologi, hingga pembangunan di Kabupaten Berau dan wilayah sekitarnya.
Penetapan kenaikan kelas itu tertuang dalam Peraturan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi dan Stasiun Geofisika. Informasi tersebut juga telah diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BMKG yang berlangsung pada 11–13 Mei 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau Ade Heryadi mengatakan, perubahan status tersebut bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan bentuk kepercayaan negara terhadap meningkatnya kapasitas pelayanan meteorologi di Berau.
"Kenaikan status ini merupakan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan meteorologi yang cepat, tepat, dan akurat bagi masyarakat," kata Ade.
Dengan status sebagai Stasiun Meteorologi Kelas II, BMKG Kalimarau kini memiliki ruang lingkup tugas, kapasitas organisasi, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam penyelenggaraan layanan meteorologi operasional. Peran itu dinilai semakin penting mengingat Berau merupakan daerah dengan aktivitas penerbangan, pertambangan, perkebunan, kehutanan, pelayaran, hingga pariwisata yang terus berkembang.
Selain mendukung keselamatan penerbangan di Bandara Kalimarau, data dan informasi cuaca yang dihasilkan BMKG juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah, penanggulangan bencana, pengelolaan sumber daya alam, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ade menjelaskan, pihaknya akan terus memperkuat sistem pelayanan melalui peningkatan akurasi prakiraan cuaca, penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem, pemanfaatan teknologi observasi yang lebih modern, hingga memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Tak hanya itu, pelayanan informasi meteorologi juga akan terus dioptimalkan bagi sektor-sektor strategis, mulai dari penerbangan, pertambangan, perkebunan, kehutanan, pelayaran, konstruksi, hingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Berau.
Peningkatan kualitas layanan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang semakin dinamis akibat perubahan iklim.
"Kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan BMKG semakin meningkat dan dapat memberikan manfaat nyata bagi keselamatan, pembangunan daerah, serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau," sebut Ade.
Keberhasilan peningkatan status tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pegawai dan berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan pelayanan meteorologi di Kabupaten Berau.
"Status baru ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan meteorologi yang semakin cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi keselamatan masyarakat serta mendukung pembangunan Kabupaten Berau," tutupnya.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG