Ditengah melimpahnya sumber daya alam yang menopang aktivitas pertambangan dan perkebunan, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan harus menjadi prioritas bersama.
Kehadiran perusahaan selama ini memang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan membuka lapangan pekerjaan. Namun, di sisi lain aktivitas industri juga meninggalkan persoalan lingkungan, mulai dari timbulan sampah hingga limbah yang dirasakan masyarakat, khususnya di kawasan lingkar perusahaan.
Pemerintah daerah tidak melarang investasi maupun kegiatan usaha hanya saja diharapkan perusahaan yang memanfaatkan kekayaan alam Berau turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun dukungan nyata terhadap pengelolaan sampah.
"Perusahaan sudah mencari rezeki di Berau dan mengambil sumber daya alam yang ada. Yang kami harapkan adalah kerja sama untuk bersama-sama menjaga lingkungan," ujarnya kepada Korankaltim.com, Selasa (30/6/2026).
Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah daerah. Keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi kunci agar penanganan sampah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemanfaatan dana CSR harus diarahkan pada penyelesaian persoalan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan industri pengolahan sampah yang mampu mengurangi pencemaran sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
"Kalau kita bekerja bersama, sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga bisa menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan bagi Berau," sebut Sri.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau diminta untuk lebih aktif berkoordinasi dengan seluruh perusahaan agar terlibat dalam program penanggulangan sampah. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat penegak hukum, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih.
Selama memimpin Berau, Sri menyatakan dirinya hampir tidak pernah memanggil perusahaan untuk kepentingan tertentu. Namun ia menegaskan akan mengundang seluruh pelaku usaha apabila menyangkut kepentingan masyarakat luas. "Saya tidak pernah memanggil perusahaan untuk kepentingan pribadi. Tetapi kalau menyangkut kepentingan masyarakat Berau, saya akan mengajak semuanya untuk berkontribusi membangun daerah ini," ungkap Sri.
Sri optimistis kolaborasi lintas sektor mampu menjadi solusi atas persoalan lingkungan yang dihadapi Berau. Dengan komitmen bersama, pemerintah berharap pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi sektor produktif yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga citra Berau sebagai daerah tujuan pariwisata unggulan di Kalimantan Timur.
"Kalau mau Berau tetap bersih dan Lestari maka pemerintah, perusahaan dan masyarakat harus bergerak bersama, tidak ada yang bisa bekerja sendiri," pungkas Sri.
Editor: Aspian Nur