Namun dibalik upaya tersebut, masih banyak akses jalan di kampung-kampung Kabupaten Berau yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
Anggota Komisi III DPRD Berau Rahman meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau lebih serius memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kampung. Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki terus berdatangan.
Warga di sejumlah kampung merasa belum merasakan manfaat pembangunan secara merata karena akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari masih dalam kondisi buruk. “Masayarakat di kampung itu teriak-teriak, karena akses jalan mereka tidak bisa dinikmati mereka,” kata Rahman.
Pada dasarnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga harus menyentuh wilayah kampung yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan.
DPRD Berau kerap menerima laporan dari kepala kampung mengenai kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun tidak mendapat perbaikan. Bahkan, beberapa ruas jalan disebut belum pernah diaspal selama lima hingga tujuh tahun terakhir.
“Banyak kepala kampung yang menyampaikan kepada kami bahwa jalan mereka ada yang lima tahun, enam tahun, bahkan tujuh tahun tidak pernah diaspal,” ungkapnya.
Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat mobilitas masyarakat serta berdampak terhadap distribusi hasil produksi dan perekonomian kampung. Karena itu, ia mendorong agar pemerintah daerah menyusun skala prioritas pembangunan yang lebih berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.
Peningkatan jalan di perkotaan tetap perlu dilakukan. Namun, pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian utama agar tidak menimbulkan kesenjangan antara wilayah kota dan kampung.
Program pembangunan infrastruktur ke depan dapat mengutamakan akses jalan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas. “Tentu pembangunan itu lebih bagus dari kampung baru ke kota dengan mengutamakan kebutuhan,” tutup Rahman.
Editor: Aspian Nur