Peristiwa yang terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 10.25 Wita itu diduga dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan pengikisan di bantaran sungai. Akibatnya, sekitar 200 meter badan tanah di tepi sungai mengalami longsor.
Selain mengancam akses transportasi warga, longsor tersebut juga berpotensi merusak dua unit rumah penduduk, lahan perkebunan masyarakat, serta fasilitas penerangan jalan yang berada di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk melakukan monitoring dan pendataan di lokasi terdampak.
“Kami melakukan pendataan awal untuk mengetahui tingkat ancaman dan dampak yang ditimbulkan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sedikitnya dua rumah yang dihuni tiga kepala keluarga atau 10 jiwa berada di area yang terdampak langsung oleh pergerakan tanah. Selain itu, longsoran juga mendekati akses jalan yang selama ini digunakan warga sebagai penghubung antarpermukiman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalan tersebut memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat setempat. Jika longsor terus meluas akibat hujan susulan, akses transportasi warga berpotensi terganggu bahkan terputus.
Tim TRC-PB yang menggunakan satu unit kendaraan operasional telah melakukan pengukuran dan dokumentasi di lokasi kejadian. Data tersebut akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan sekaligus dasar penentuan langkah penanganan lebih lanjut.
Masyhadi menjelaskan, faktor cuaca masih menjadi perhatian utama dalam perkembangan kondisi di lapangan. Curah hujan yang masih berpotensi terjadi dapat mempercepat proses erosi dan memperluas area longsoran.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.
BPBD juga meminta warga segera melaporkan apabila ditemukan retakan tanah baru atau tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman maupun jalan yang terdampak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih besar dan mempercepat respons penanganan apabila kondisi memburuk.
Hingga Senin siang, kondisi lokasi masih dalam pemantauan petugas. BPBD Berau memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi kemungkinan bertambahnya dampak akibat longsor dan abrasi di kawasan tersebut.
Editor: Erwin