Wakil Bupati Berau, Gamalis, turun langsung meninjau fasilitas tersebut, Senin (25/5/2026) guna memastikan pelayanan pemotongan hewan tetap berjalan optimal di tengah tingginya aktivitas operasional harian.
Dalam peninjauan itu, Gamalis menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk segera membenahi sarana pendukung yang mengalami kerusakan, khususnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai vital bagi keberlangsungan pelayanan dan kebersihan lingkungan RPH.
“IPAL ini sangat penting karena berkaitan dengan pengelolaan limbah. Jika terjadi kerusakan, harus segera diperbaiki agar pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Berdasarkan laporan pengelola, sejumlah bagian IPAL mengalami kerusakan akibat pipa pecah dan pompa yang tidak lagi berfungsi maksimal. Kerusakan diduga dipicu aktivitas lalu lintas sapi berbobot besar yang melintasi area tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian serius karena aktivitas pemotongan di RPH berlangsung hampir setiap hari.
Data RPH Kabupaten Berau mencatat hingga Mei 2026 telah dilakukan pemotongan sebanyak 105 ekor sapi dengan rata-rata enam ekor per hari.
Tingginya angka tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemotongan hewan masih cukup tinggi meski jumlah hewan kurban yang masuk ke RPH menjelang Iduladha tahun ini mengalami penurunan.
Gamalis menyebut, saat ini tercatat sekitar 14 hingga 15 ekor sapi yang akan dipotong di RPH menjelang Iduladha. Jumlah itu turun hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 28 ekor sapi.
Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi meningkatnya jumlah juru sembelih halal (Juleha) bersertifikasi di Berau. Keberadaan tenaga bersertifikat membuat masyarakat lebih banyak melakukan pemotongan mandiri di masjid maupun lingkungan sekitar.
“Sekarang sudah banyak pemotong bersertifikasi yang membantu pemotongan di masjid-masjid, sehingga sebagian masyarakat memilih memotong langsung di lingkungan masing-masing,” katanya.
Meski demikian, Pemkab Berau memastikan keberadaan RPH tetap menjadi bagian penting dalam menjaga standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan hasil pemotongan hewan. Pemerintah daerah juga memastikan pelayanan tetap berjalan normal selama momentum Iduladha.
Selain persoalan infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Pengelola RPH mengusulkan penambahan tenaga pemotong dan petugas pendukung untuk mengurangi beban kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Menanggapi hal itu, Gamalis menegaskan Pemkab Berau akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui perubahan anggaran agar perbaikan fasilitas dan penguatan SDM dapat segera direalisasikan.
Ia berharap langkah pembenahan yang dilakukan pemerintah daerah mampu menjaga kualitas pelayanan RPH sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
“Pelayanan harus tetap maksimal karena aktivitas di RPH berjalan setiap hari,” tandasnya.
Editor: Erwin