Keterlambatan itu terjadi akibat gangguan operasional pada armada penerbangan yang dijadwalkan membawa para jemaah yang hendak ke Embarkasi Haji Balikpapan.
Ratusan jemaah yang telah berada di Bandara Kalimarau sejak siang terpaksa menunggu lebih lama di ruang tunggu bersama keluarga pengantar.
Kepala BLU UPBU Bandara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan informasi mengenai keterlambatan penerbangan baru diterima pihak bandara sekitar pukul 09.00 WITA.
Ia menjelaskan, gangguan operasional tersebut menyebabkan perubahan jadwal penerbangan sehingga maskapai harus mendatangkan pesawat pengganti.
“Kami baru menerima informasi pagi tadi bahwa terjadi keterlambatan akibat gangguan operasional,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Sejak awal pihak bandara bersama pemerintah daerah telah melakukan berbagai antisipasi agar proses keberangkatan jemaah haji berjalan lancar tanpa hambatan. Namun, faktor teknis dan gangguan operasional di lapangan disebut sulit diprediksi.
Menurutnya, keputusan menunda keberangkatan diambil demi menjaga aspek keselamatan penerbangan. Pihaknya memilih menunggu armada pengganti dibanding memaksakan penerbangan dalam kondisi yang belum memungkinkan.
“Keselamatan penerbangan tetap prioritas utama. Daripada dipaksakan terbang tetapi berisiko, maka diputuskan menunggu pesawat pengganti,” katanya.
Pesawat pengganti tersebut diketahui berasal dari rute Ternate menuju Berau. Armada itu dijadwalkan membawa sebanyak 129 jemaah calon haji menuju Balikpapan menggunakan maskapai Sriwijaya Air pada pukul 17.00 WITA.
Sementara itu, sebanyak 87 jemaah lainnya diberangkatkan lebih awal menggunakan maskapai Super Air Jet yang dijadwalkan lepas landas sekitar pukul 15.15 WITA.
Keterlambatan penerbangan haji ini kembali memunculkan sorotan masyarakat terhadap maskapai yang dinilai kerap mengalami delay. Patah menegaskan pihak bandara hanya memastikan seluruh pesawat yang beroperasi telah memenuhi standar keselamatan dan lolos pemeriksaan kelayakan terbang atau ramcheck dari otoritas penerbangan.
“Kami bersifat netral. Yang penting pesawat sudah melalui ramcheck dan dinyatakan aman untuk beroperasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, gangguan teknis dalam operasional penerbangan merupakan hal yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan terkadang berdampak berantai terhadap jadwal penerbangan lainnya.
“Karena ada gangguan teknis, akhirnya merembet ke jadwal lain. Itu yang memang tidak bisa diprediksi,” tambahnya.
Meski harus menunggu lebih lama, para jemaah calon haji tetap diminta bersabar dan menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci.
“Kami sudah koordinasi dengan maskapai dan pemerintah daerah agar seluruh jemaah dapat diberangkatkan sesuai prosedur dan dalam kondisi aman,” tutupnya.
Editor: Erwin