Meski sempat mengalami penundaan keberangkatan akibat gangguan operasional maskapai, para jemaah tetap diberangkatkan menuju Balikpapan untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan haji.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas meminta para calon jemaah untuk memaknai keterlambatan tersebut sebagai bagian dari proses spiritual dan latihan kesabaran sebelum menjalani rangkaian ibadah haji.
“Sebelumnya kami memohon maaf atas keterlambatan penerbangan ini yang disebabkan masalah operasional dan demi keselamatan kita bersama,” ujarnya Kepada Korankaltim.com, saat melepas jemaah di Bandara Kalimarau.
Ia mengatakan, perjalanan ibadah haji bukan hanya perjuangan fisik, tetapi juga perjuangan mental dan spiritual. Menurutnya, kesabaran menjadi bekal penting yang harus dimiliki para jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Dari awal mereka sudah diuji kesabaran. Hikmahnya tentu melatih kesabaran sebelum menjalankan ibadah di sana,” katanya.
Sri Juniarsih juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi dan aktivitas ibadah yang cukup padat selama kurang lebih 40 hari
“Kesehatan sangat penting untuk mendukung perjalanan ibadah. Selain itu, para jemaah juga harus kuat menghadapi tantangan fisik dan mental selama di Tanah Suci,” ucapnya.
Meskipun telah berkumpul sejak siang hari di Bandara Kalimarau, sebagian jemaah harus menunggu pesawat pengganti akibat adanya gangguan operasional pada armada maskapai. Pesawat Sriwijaya Air yang dijadwalkan terbang pukul 14.40 WITA mengalami keterlambatan karena persoalan teknis.
Informasi keterlambatan tersebut baru diterima pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WITA. Pihak bandara dan pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya mengantisipasi agar tidak terjadi kendala pada jadwal keberangkatan haji.
“Masalahnya human factor yang tidak bisa ditebak. Karena gangguan teknis, akhirnya merembet semuanya,” ungkapnya.
Keputusan menunggu pesawat pengganti dilakukan demi keselamatan penerbangan. Pesawat pengganti diketahui berasal dari rute Ternate-Berau dan dijadwalkan tiba sore hari.
“Daripada dipaksakan terbang tetapi berbahaya, akhirnya dilakukan mitigasi dengan menunggu pesawat pengganti,” katanya.
Sebanyak 129 jemaah diberangkatkan menggunakan Sriwijaya Air menuju Balikpapan sekitar pukul 17.00 WITA. Sementara 87 jemaah lainnya diberangkatkan menggunakan maskapai Super Air Jet pada pukul 15.15 WITA.
Sri Juniarsih berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
“Saya berharap bapak dan ibu dapat berkontribusi dalam pembinaan akhlak dan pembinaan keagamaan di masyarakat,” ujarnya.
Bupati perempuan pertama di Berau itu turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama, petugas haji, dan tenaga kesehatan yang telah mendampingi para jemaah sejak persiapan keberangkatan.
“InsyaAllah, kebaikan Bapak dan Ibu bernilai ibadah dan mendapat pahala dari Allah SWT,” tutupnya.
Editor: Erwin