Peserta dari Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand melakukan peninjauan langsung ke TPS3R Pulau Derawan yang mana forum tersebut menjadi wadah kolaborasi pengendalian sampah plastik di kawasan kepulauan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah pesisir.
Wakil Bupati Berau Gamalis mendampingi rombongan selama kunjungan berlangsung. Dalam kesempatan itu, para peserta melihat langsung proses pengelolaan sampah mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan kembali sampah organik dan anorganik.
Sampah organik diolah menjadi kompos serta pakan ternak berupa maggot, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk didaur ulang agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sistem tersebut dinilai mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.
Gamalis mengatakan pengelolaan sampah menjadi tantangan utama bagi daerah wisata bahari seperti Pulau Derawan yang setiap tahun menerima kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Menurutnya, kebersihan lingkungan memiliki pengaruh langsung terhadap citra pariwisata daerah.
“Pariwisata dan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Jika pengelolaan sampah tidak dilakukan dengan baik, maka akan berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan dan kelestarian ekosistem laut,” kata Gamalis.
Keberadaan TPS3R menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan. Selain menekan volume sampah yang mencemari lingkungan pesisir, pengelolaan berbasis 3R juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui hasil daur ulang.
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah di kawasan kepulauan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat edukasi dan kampanye pengurangan sampah plastik agar kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan bahwa isu sampah plastik kini menjadi perhatian bersama negara-negara di kawasan Asia Tenggara, terutama daerah pesisir yang menggantungkan ekonomi dari sektor pariwisata dan kelautan. Pulau Derawan dinilai memiliki potensi besar menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata bahari.
Melalui forum Plastic Smart Islands, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai persoalan sampah plastik, tetapi juga berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Kabupaten Berau pun dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan yang sejalan dengan upaya pelestarian ekosistem laut dan pesisir.
"Kami berharap kolaborasi lintas negara ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam mengurangi pencemaran plastik di kawasan kepulauan, sekaligus menjaga daya tarik wisata bahari agar tetap lestari di masa mendatang," ucap Gamalis.
Editor: Aspian Nur