Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ternak yang diperjualbelikan terbebas dari penyakit menular. Hingga saat ini, belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan pengawasan dilakukan sejak hewan masih berada di daerah asal hingga tiba di lokasi penampungan di Berau. Pemeriksaan melibatkan tim terpadu yang terdiri dari dokter hewan, kepolisian, dan karantina hewan.
“Setiap ternak yang masuk sudah diperiksa dari daerah pengiriman. Saat tiba di Berau, kami sisir lagi di lokasi penumpukan ternak,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, tim juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap hewan yang menunjukkan gejala tertentu. Sampel air liur dan darah diambil untuk memastikan kondisi kesehatan ternak melalui pemeriksaan cepat.
“Kalau ada indikasi penyakit, langsung kami tindak. Tapi sampai sekarang belum ada kasus,” katanya.
Selain pengawasan kesehatan, DTPHP juga memastikan ketersediaan stok hewan kurban mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pendataan terhadap pengepul ternak, stok sapi dan kambing diperkirakan meningkat 10 hingga 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
Lita menyebut kondisi tersebut membuat pasokan relatif aman hingga mendekati hari pemotongan kurban. Bahkan, jika stok melebihi kebutuhan seperti tahun lalu, harga ternak berpotensi mengalami penurunan.
“InsyaAllah stok cukup dan tidak ada kendala,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengapresiasi langkah antisipasi yang dilakukan DTPHP untuk menjaga keamanan hewan kurban yang masuk dari luar daerah.
Ia menilai pengawasan dan vaksinasi menjadi bagian penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan membeli hewan kurban.
“Dengan pengawasan dari dinas terkait, paling tidak masyarakat mendapat jaminan bahwa hewan kurban yang masuk aman untuk dikonsumsi,” ucapnya.
Sri Juniarsih juga mengingatkan pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan layak. Menurutnya, ibadah kurban semestinya dilakukan dengan memberikan hewan terbaik.
“Memberikan kurban yang terbaik adalah dengan memilih hewan yang sehat,” tandasnya.
Editor: Erwin