Upaya itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ruang Teleconference Diskominfo Berau, Senin (11/5/2026).
Rakor diikuti Bupati Berau Sri Juniarsih Mas didampingi Wakil Bupati Gamalis bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat itu Pemkab Berau menyoroti kesiapan stok pangan sebagai salah satu strategi utama menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Sri Juniarsih Mas menyebut kondisi inflasi daerah saat ini masih relatif aman, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
“Berau selalu berada di tengah-tengah, tetapi kita tetap harus waspada untuk mengurangi inflasi,” kata Sri kepada Korankaltim.com Senin (11/5/2026).
Cadangan beras yang tersedia di Bulog mencapai sekitar 100 ton untuk tahun ini. Selain itu pemerintah kabupaten juga menyiapkan langkah penguatan sektor pertanian melalui rencana tanam seluas 2.000 hektare pada Mei hingga Juli 2026.
Tak hanya beras, komoditas jagung juga disiapkan sebagai penyangga pangan daerah dengan stok mencapai 1.000 ton sementara untuk komoditas hortikultura, khususnya cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi, Berau mendapat bantuan pengembangan lahan cabai seluas lima hektare dari Kementerian Pertanian.
Pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Sri mendorong kecamatan, kampung hingga OPD untuk menggalakkan gerakan menanam cabai secara mandiri di rumah. “Paling tidak itu bisa membantu kebutuhan rumah tangga,” papar Sri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Berau pada April 2026 tercatat sebesar 2,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,50. Sementara inflasi month to month (m-to-m) mencapai 0,50 persen dan year to date (y-to-d) sebesar 1,10 persen.
Kenaikan inflasi terutama dipicu kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mencapai 3,30 persen. Selain itu, sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 11,43 persen.
Sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi April 2026 di antaranya ikan layang, tomat, angkutan udara, jagung manis, minyak goreng, bawang merah, hingga solar. Sedangkan komoditas seperti cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, dan kacang panjang tercatat menjadi penyumbang deflasi pada periode yang sama.
Editor: Aspian Nur