Total jemaah haji Berau tahun ini tercatat sebanyak 215 orang. Dari jumlah tersebut, 211 jemaah berangkat pada 14 Mei 2026, sementara dua jemaah lainnya dijadwalkan menyusul pada 18 Mei 2026. Sebelumnya, dua jemaah telah lebih dahulu diberangkatkan pada 29 April 2026.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri mengatakan sebanyak 129 jemaah akan diberangkatkan menggunakan Sriwijaya Air, sedangkan sisanya bersama petugas haji menggunakan Super Air Jet.
Para jemaah akan diberangkatkan dari Bandara Kalimarau, Berau menuju Embarkasi Balikpapan, sebelum menuju Arab Saudi.
“Keberangkatan tahun ini berbeda karena tidak menggunakan sistem charter, tetapi mengikuti jadwal penerbangan reguler maskapai,” katanya.
Untuk mengantisipasi keterlambatan dan mempermudah proses keberangkatan, pihak bandara mulai melakukan persiapan sejak 13 Mei 2026. Seluruh bagasi jemaah akan dikumpulkan lebih awal di gudang kargo Bandara Kalimarau mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita.
Bagasi tersebut nantinya akan diterima, dicatat, ditimbang dan diperiksa oleh petugas Kementerian Agama, maskapai, serta petugas keamanan bandara sebelum disimpan semalam di area bandara.
Sementara itu, rombongan jemaah dijadwalkan berangkat dari Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb menuju Bandara Kalimarau pada 14 Mei sekitar pukul 11.00 Wita dengan pengawalan.
Patah Atabri menegaskan, demi kelancaran proses keberangkatan, akses masuk terminal bandara akan diperketat. Pengantar jamaah tidak diperbolehkan masuk ke dalam terminal keberangkatan.
“Masyarakat yang tidak memiliki tiket, boarding pass, ID card, atau pas bandara tidak bisa masuk ke terminal. Pengantar hanya sampai di luar area keberangkatan,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan akan dilakukan sejak pintu masuk terminal dengan melibatkan petugas keamanan bandara, kepolisian, Satpol PP, hingga unsur pengamanan lainnya.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah, terutama karena terdapat sekitar 17 calon jamaah lanjut usia berumur di atas 80 tahun.
Selain pengamanan, pihak bandara juga mengantisipasi potensi keterlambatan penerbangan. Patah mengaku telah meminta kedua maskapai menjaga ketepatan waktu penerbangan, mengingat pengalaman keterlambatan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu akibat pergantian armada.
“Saya sudah sampaikan ke maskapai agar penerbangan haji ini benar-benar on time. Kasihan jamaah kalau harus menunggu lama di bandara,” ucapnya.
Meski seluruh persiapan internal bandara telah dinyatakan siap, pihaknya tetap mewaspadai faktor cuaca yang dapat memengaruhi operasional penerbangan.
“Kalau dari sisi bandara kami sudah siap semua. Tinggal berharap cuaca mendukung agar proses keberangkatan jamaah berjalan lancar, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
Editor: Erwin