Suhu udara yang mencapai 34 hingga 35 derajat Celsius dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja lapangan.
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas, gangguan kulit, hingga heat stroke atau serangan panas yang berisiko fatal apabila terlambat ditangani.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena suhu panas dapat berdampak langsung terhadap kondisi tubuh.
“Cuaca panas ekstrem jangan dianggap sepele karena dapat berdampak serius terhadap kesehatan,” katanya.
Menurutnya, suhu udara yang tinggi membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan daya tahan tubuh, terutama jika aktivitas di luar ruangan tetap dilakukan dalam waktu lama.
Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu suhu tubuh seseorang bisa meningkat drastis hingga menyebabkan heat stroke. Kondisi ini ditandai dengan kulit panas dan kering, pusing berat, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran.
Kelompok masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, dan penyakit pernapasan juga diminta lebih berhati-hati. Pasalnya, cuaca panas dapat memperparah kondisi kesehatan mereka.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Berau mengimbau warga memperbanyak konsumsi air putih minimal delapan gelas per hari.
Warga juga diminta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 Wita saat suhu udara berada pada titik tertinggi.
“Masyarakat kami minta menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, atau pakaian berwarna terang ketika harus beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga diimbau menjaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara tetap baik serta mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh selama cuaca panas berlangsung.
Lamlay mengingatkan warga agar tidak meninggalkan anak-anak maupun lansia di dalam kendaraan yang terparkir. Suhu di dalam mobil disebut dapat meningkat sangat cepat dan membahayakan keselamatan.
Ia menambahkan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala serius akibat paparan panas berlebih.
“Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan segera mencari pertolongan medis bila muncul gejala yang mengarah pada serangan panas,” pungkasnya.
Editor: Erwin