Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik dan mengakibatkan kerusakan pada satu unit rumah kontrakan dua pintu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 08.17 Wita. Petugas segera bergerak ke lokasi dan tiba tujuh menit kemudian.
“Petugas tiba pukul 08.24 Wita dan segera melakukan pemadaman sehingga api dapat dikendalikan dalam waktu relatif singkat,” ujarnya.
Saat kejadian, rumah kontrakan dua pintu milik Elias Beda Keraf dalam kondisi kosong. Berdasarkan keterangan warga sekitar, api muncul secara tiba-tiba dari dalam bangunan sebelum akhirnya membesar. “Dugaan awal dari saksi, karena korsleting listrik yang memicu percikan api,” katanya.
Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut, masing-masing berkapasitas 4.000 hingga 8.000 liter air.
Selain petugas pemadam kebakaran, penanganan di lokasi juga melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, PLN, dan Balakar. Ketersediaan sumber air dari ground tank di sekitar lokasi turut membantu mempercepat proses pemadaman api.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran tersebut berdampak pada satu kepala keluarga dengan tiga jiwa yang tercatat sebagai penghuni. Kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah, dengan luas area terdampak sekitar 20 x 25 meter.
Rakhmadi memastikan kondisi di lokasi kejadian telah aman dan terkendali. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Situasi akhir sudah aman terkendali, dan kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan yang tidak dihuni,” pungkasnya.
Editor: Erwin