Sebuah rumah kayu dilalap api Jumat (1/5/2026) dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WITA yang diduga dipicu korsleting listrik dan terjadi saat penghuni rumah tengah bersiap beristirahat.
Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Berau Rakhmadi Pasarakan menjelaskan, tim pemadam dari Kecamatan Biatan langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar 15 menit kemudian setelah mendapat laporan.
Meski menghadapi keterbatasan, petugas bersama warga berhasil mengendalikan situasi. Api tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
“Situasi akhir dinyatakan aman dan terkendali, serta api berhasil dipadamkan,” ucap Rakhmadi.
Rumah itu adalah kediaman Sahrul, berbahan utama kayu dan mengalami kerusakan berat. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan seluas kurang lebih 10x30 meter. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran bermula saat Sahrul melihat kepulan asap dari area warung yang berada di dalam rumahnya. Menyadari bahaya pria segera keluar dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Pemilik rumah sempat melihat asap dari dalam warung, lalu langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” jelas Rakhmadi.
Upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam lima menit hingga api berhasil dikendalikan. Sumber air yang digunakan berasal dari grondtank di sekitar lokasi. Namun, proses penanganan sempat terkendala keterbatasan personel.
“Di lapangan hanya terdapat satu personel Damkar, sehingga penanganan turut dibantu warga setempat dan pihak kepolisian,” papar Rakhmadi.
Sahrul sebagai kepala keluarga kehilangan tempat tinggal bersama istri dan satu anaknya. Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meskipun angka pasti masih dalam proses pendataan.
Pihak berwenang menduga sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik. Meski begitu, penyelidikan lebih lanjut masih akan dilakukan untuk memastikan sumber api.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali. Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar.
Editor: Aspian Nur