Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih berfokus pada layanan kesehatan, kali ini penanggulangan TB ditekankan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan TB tidak bisa dibebankan hanya pada tenaga medis.
“Penanggulangan TB membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, hingga keluarga pasien,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah tantangan masih dihadapi daerah, seperti belum optimalnya penemuan kasus, rendahnya kepatuhan pengobatan, serta stigma yang masih melekat di masyarakat. Stigma tersebut, menurutnya, kerap membuat penderita enggan memeriksakan diri dan menghentikan pengobatan sebelum tuntas.
“Stigma menjadi penghambat serius. Banyak pasien takut diketahui lingkungan sekitar, sehingga menunda pemeriksaan,” katanya.
Dalam upaya mengatasi hal itu, PPTI mendorong pendekatan berbasis komunitas melalui penemuan kasus secara aktif (active case finding) dan pendampingan intensif terhadap pasien. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala TB.
Peran generasi muda turut menjadi sorotan. Pelajar dan mahasiswa didorong memanfaatkan program cek kesehatan gratis serta menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan. Edukasi mengenai perilaku hidup sehat dinilai penting untuk menekan angka penularan.
“Mulai dari tidak merokok, menggunakan masker saat sakit, hingga rutin memeriksakan kesehatan harus menjadi kebiasaan,” tutur Sri Aslinda.
Dukungan pihak swasta dan lintas sektor juga dinilai krusial, terutama dalam memastikan kesehatan karyawan melalui pemeriksaan rutin yang berkualitas. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sinergi kebijakan guna mencapai target eliminasi TB pada 2030.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap TB. Dengan kolaborasi yang semakin luas, upaya penanggulangan TB di Berau diharapkan tidak hanya lebih efektif, tetapi juga berkelanjutan hingga tercapainya Indonesia bebas TB.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan,” pintanya.
Editor: Erwin