Dalam kunjungan tersebut, bupati tidak hanya memeriksa kesiapan bangunan secara umum, tetapi juga menitikberatkan pada kenyamanan dan kelengkapan layanan rawat jalan sebagai tahap awal operasional. Ia menyusuri sejumlah ruang, mulai dari area registrasi, poli pelayanan, hingga ruang tunggu pasien. “Saya ingin meninjau beberapa tempat, khususnya rawat jalan dulu,” ujarnya.
Menurutnya, proses perpindahan layanan dari fasilitas lama ke gedung baru tidak dapat berlangsung sempurna dalam waktu singkat. Oleh karena itu, sejumlah kekurangan masih dalam tahap pembenahan secara bertahap.
“Namanya pindahan tidak langsung sempurna, pasti ada kekurangan. Itu yang kita perbaiki dan tetap berproses,” katanya.
Selain memastikan kesiapan ruang pelayanan, Sri Juniarsih juga memeriksa sarana penunjang seperti pendingin ruangan (AC) dan fasilitas pendukung lain yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kenyamanan masyarakat. Ia bahkan meminta penambahan unit AC di ruang registrasi guna menghindari antrean pasien dalam kondisi tidak nyaman.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan aspek estetika lingkungan rumah sakit. Area depan RSUD direncanakan akan dilengkapi dengan tanaman hias dan penataan lanskap, termasuk pembangunan penahan tanggul untuk menunjang keamanan dan keindahan kawasan. “Untuk depan kita siapkan tanaman hias agar lebih estetik,” ucapnya.
Meski sebagian perlengkapan medis dan fasilitas pendukung masih dalam proses pengiriman ke Berau dan mengalami sedikit keterlambatan, bupati memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu target operasional. Ia optimistis seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi sesuai rencana.
Sementara itu, terkait perizinan operasional, Sri Juniarsih menyebut proses administrasi telah rampung dan saat ini tinggal menunggu tahapan akhir. Ia menegaskan bahwa operasional rumah sakit tidak akan dilakukan tanpa memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan. “Perizinan sudah selesai, tinggal berproses,” tegasnya.
Keberadaan RSUD Tanjung Redeb diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung layanan kesehatan di RSUD Abdul Rivai yang selama ini melayani masyarakat Berau. Pemerintah daerah menilai, peningkatan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan mendesak seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan layanan medis.
Bupati menegaskan komitmennya untuk menjadikan RSUD Tanjung Redeb sebagai fasilitas kesehatan unggulan di daerah. Namun, ia mengakui pengoperasian akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari layanan rawat jalan sebelum pengembangan layanan rawat inap secara penuh. “Ini tanggung jawab saya untuk memberikan pelayanan terbaik,” tandasnya.
Editor: Erwin