Api diduga berasal dari sebuah warung bakso sebelum merambat cepat ke enam bangunan di sekitarnya yang menyebabkan kerusakan berat dan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp750 Juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau Rakhmadi Pasarakan menyampaikan, laporan kebakaran diterima pukul 09.16 WITA.
Tim pemadam tiba di lokasi 11 menit kemudian dan membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk menjinakkan api.
“Kami menerima laporan dari masyarakat pukul 09.16 WITA dan langsung mengerahkan sembilan unit armada. Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam sepuluh menit kemudian,” jelas Rakhmadi.
Kebakaran menghanguskan satu rumah kontrakan milik Poniem yang mengalami rusak berat, berdampak pada lima bangunan lain, termasuk rumah warga dan sebuah bengkel.
Data sementara mencatat empat kepala keluarga dengan total 15 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Selain itu empat sepeda motor turut terbakar.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, api pertama kali terlihat dari warung bakso sebelum dengan cepat menyebar ke bangunan lain yang sebagian besar berbahan kayu. Kondisi ini mempercepat penjalaran api di kawasan padat tersebut.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” papar Rakhmadi.
Meski tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala di lapangan. Sumber air untuk pemadaman diperoleh dari grondtank yang tersedia di sekitar lokasi.
Setelah upaya intensif, api akhirnya berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman. Luas area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 20 x 25 meter.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Aparat juga terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta mendalami sumber api yang memicu kebakaran tersebut.
Editor: Aspian Nur