Dalam peringatan Hari Kartini 21 April hari ini, kiprah perempuan sebagai pemimpin kian nyata, diantaranya melalui sosok Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang menjadi simbol keberhasilan perempuan dalam pengambilan keputusan publik.
Sri Juniarsih mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Bupati Berau sejak 26 Februari 2021. Lahir di Tanjung Redeb pada 25 Juni 1976, ia kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin pada periode 2025–2030.
Kehadirannya dipucuk pimpinan daerah bukan sekadar simbolis, menjadi representasi nyata kalau perempuan memiliki kapasitas yang setara dalam memimpin dan menentukan arah kebijakan publik. “Ini menunjukkan Berau telah banyak melahirkan perempuan inspiratif di berbagai bidang,” ujar Sri.
Fenomena ini juga tercermin dalam struktur pemerintahan. Hampir 30 persen jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau diisi oleh perempuan. Nama-nama seperti Endah Ernany di Bapelitbang, Rabiatul Islamiah di Dispusip hingga Lamlay Sarie di Dinas Kesehatan menjadi bagian dari barisan pemimpin perempuan yang berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Data Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2025 memperkuat gambaran tersebut. Dari total 4.701 ASN, sebanyak 2.401 di antaranya adalah perempuan, sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki yang berjumlah 2.300 orang. Kondisi ini memperlihatkan dominasi perempuan tidak hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam peran strategis.
Meski demikian Sri menegaskan peran perempuan tidaklah ringan. Selain memimpin daerah dengan jumlah penduduk sekitar 308.020 jiwa, ia juga menjalankan peran domestik sebagai ibu rumah tangga. “Tugas perempuan itu tidak bisa dibayar, dari hamil hingga mengurus rumah tangga sembari menjalani tugas negara,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Berau pun berkomitmen mendukung eksistensi perempuan melalui berbagai program pemberdayaan dan peningkatan kapasitas. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan perempuan yang mandiri, terdidik, dan berdaya saing. “Dengan keterlibatan perempuan, pembangunan daerah akan semakin kuat karena didukung sumber daya manusia yang berkualitas,” tutup Sri.
Editor: Aspian Nur