Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Asisten Administrasi Umum Setkab Berau Maulidiyah, dosen Fisip Universitas Mulawarman Aji Ratna Kusuma serta pelaku usaha madu local Farida pemilik King Madu Borneo.
Kegiatan ini diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), pelaku UMKM perempuan, hingga tokoh masyarakat perempuan di Kabupaten Berau.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau Halijah Yasin mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan gender sekaligus mendorong partisipasi perempuan di berbagai sektor.
Kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi perempuan inspiratif di Berau yang dinilai telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kami ingin perempuan lebih berperan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi, serta meningkatkan kapasitas kewirausahaan berbasis inovasi dan teknologi,” ujar Halijah.
Asisten Administrasi Umum Sekkab Berau Maulidiyah mewakili bupati menegaskan komitmen pemkab dalam meningkatkan kapasitas perempuan melalui kebijakan pembangunan berperspektif gender, satu diantaranya melalui penguatan program Pengarusutamaan Gender (PUG).
“Pemkab Berau terus memberikan peluang dan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk bersaing di berbagai bidang,” kata Maulidiyah.
Kesetaraan gender saat ini semakin terlihat di berbagai lini kehidupan di Kabupaten Berau. Perempuan dinilai mampu mengambil peran strategis yang setara dengan laki-laki, baik di pemerintahan maupun sektor lainnya. “Hari ini, tokoh-tokoh perempuan telah banyak mewarnai perjalanan pembangunan serta kemajuan Kabupaten Berau,” paparnya.
Kontribusi perempuan terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Berbagai organisasi perempuan yang ada juga dinilai memiliki tujuan yang sama, yakni pemberdayaan perempuan. “Ketika perempuan berdaya, ia akan mampu memberdayakan keluarganya,” tutup Maulidiyah.
Editor: Aspian Nur